Anti Mati Gaya
Tema: Anti Mati Gaya
Judul: Harus Tetap Produktif
Keputusan resign dari profesi mengajar telah aku buat, meski berat dalam melangkah awalnya tetapi aku memilih untuk ikhlas dan lapang dada dalam menjalaninya.
Aku juga meyakini di setiap kejadian pasti ada hikmah yang tersembunyi di dalamnya. Teman-teman sesama pengajar yang menyayangkan keputusan ku itu sempat sedikit protes dan menyayangkan karena aku telah mengabdi lembaga ini sejak 2013 silam, kurang lebih 6 tahun kebersamaan dengan mereka tercipta. Senang, tertawa, sedih, kecewa, sesak dan menangis menjadi bumbu penyedap di sela kegiatan mengajar kita sehari-hari.
Selain aku ingin fokus merawat bocils aku juga ingin menggali potensi terpendam ku dulu yakni menulis. Alhamdulillah akhir tahun 2020, saya dipertemukan dengan walimurid seorang dosen, apoteker tapi juga nyambi jadi penulis. Wuaah keren banget ketika saya tahu aktivitas padat beliau akhirnya mencoba ikutan kelas menulis, alhamdulilah buku antologi pertamaku terbit di Februari 2021 berjudul Serona Bahagia. Selain itu ada ajakan untuk ikut kelas menulis lain dengan tema pernikahan, let's go aja. Disusul dengan ajakan ikut kelas KMO (Kelas Menulis Online) yang digawangi oleh seorang
Tendi Murti. Alhamdulillah dari kelas KMO ini melahirkan buku antologi berjudul Elegi Cinta (buku ketiga saya) selain itu saya merasakan semangat baru jika telah menyelesaikan sebuah tulisan.
Alhamdulillah meski tidak lagi bekerja dengan adanya batasan waktu yakni mengajar, aku tetap menyelesaikan tantangan baru setiap kali dikejar deadline tulisan. Beberapa kelas menulis saya ikuti dan alhamdulilah saya dipertemukan dengan Teh Indari Mastuti yang founder BukuinAja serta IIDN dan IIDB (Ibu-ibu Doyan Nulis dan Ibu-ibu Doyan Bisnis).
Selain itu kelas menulis Teh Indari ini telah memacu puluhan penulis perempuan baru di setiap batch nya. Salah satu leader yakni Miss Leni menawarkan beasiswa penulis pilihan, alhamdulilah saya termasuk didalamnya meski sudah ikut nimbrung di buku Batch-3 dan juga Batch-5 plus satu buku quote, aku diberi kesempatan menulis gratis mulai Batch-23 bersyukur sekali kala itu.
Alhamdulillah tenyata produktivitas seorang IRT seperti saya tidak melulu urusan 3M saja (Mencuci, Memasak, Manak)☺️. Terbukti dengan menulis merupakan terapi jiwa juga menjadikan semangat terus menyala karena bisa produktif dengan perempuan penulis lainnya.
Kata Teh Indari kita harus menjadikan buku yang kita tulis sebagai lahan bisnis juga, jadi tidak hanya berbangga menjadi seorang penulis saja tetapi menjadi pebisnis juga.
Kalau kata mentor saya sih jadi perempuan itu harus bahagia dan tetap produktif sehingga membuat rumah tangga dan anak-anak bahagia juga. Harus Produktif, motivasi itulah yang senantiasa memacu saya untuk terus menulis.
Selamat Berkarya semua perempuan hebat Indonesia.
_Fifi Fatmawati_ adalah IRT dengan 3 bocils yang berdomisili di Kota Soto Lamongan, Jatim. Saat ini menjadi SLC di Komunitas Proparent, bisnis online palugada, dan telah menerbitkan 12 buku antologi. Penulis bisa dihubungi di wa.me/6282337073069

Semangat buat Mamanya Bocils
BalasHapusMasya Allah keren teteh semangat ya
BalasHapusKeren sekali tulisannya, menginspirasi. Semangat dan sehat selalu bunda
BalasHapusMaasya Allaah Luar Biasa... Berkat Memilih Peran Terbaik + Amazing Mentor + Amazing Handwriting Analyst...
BalasHapusMakasiih semuanya udah support n mampir
BalasHapusSaluuut... Irt adalah pekerjaan mulia, berani resign demi anak adalah keputusan mulia. Saya yang sering melihat orang tua yang menyia-nyiakan anaknya merasa keputusan kak Fifi patut diacungi jempol.
BalasHapus